Roslan Shariff : Jiwa
Jiwa yang bernafas
hanya ada pada keluhuran
diam terkunci senyap adalah dirinya
Jiwa yang menjiwai
sering tersembunyi
sepi ia mengunyah erti
lalu hadam menjadi buah fikir
Jiwa
sebuah anugerah
terkadang dicalar warna-warna sekejap
terkadang ditipu bisikan
terkadang menangis sepi
Jiwa kejiwaan
milik yang memahami
yang mengerti
yang menghulur dengan nurani
Nun di satu sudut
di bawah kubah
di pinggir mimbar
jiwa luhur bertakhta
di situla...istananya.


